Kabupaten Gunungkidul memiliki karakteristik tanah yang sangat mirip dengan wilayah Dlingo, Bantul. Kedua daerah ini didominasi oleh tanah bercampur batu karst yang melingkupi kawasan kebun, ladang, hingga hutan. Kesamaan karakteristik geografis inilah yang menjadi latar belakang kuat dilaksanakannya kegiatan Peningkatan Kapasitas Penguatan Kelola Usaha Kelompok Tani Hutan (KTH) dari Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Playen ke Shafaluna Atsiri di Dlingo, Bantul.
Sebagai UMKM yang bergerak di bidang pembibitan, pertanian, dan produksi minyak atsiri, Shafaluna Atsiri berfokus pada pemanfaatan lahan kritis agar menjadi lebih produktif. Melalui pengelolaan yang tepat, lahan karst yang cenderung kering dapat ditingkatkan produktivitasnya sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keseimbangan alam.
Kegiatan yang berlangsung pada 11 Juni 2026 ini menghadirkan 8 perwakilan KTH dari Playen, Gunungkidul. Melalui kunjungan ini, Tim P2SEMH berharap dapat menumbuhkan inisiatif dan motivasi bagi para anggota KTH agar mampu mengembangkan usaha serupa di wilayah asal mereka.
Sebagai tuan rumah, Shafaluna Atsiri menyambut para peserta di salah satu lahan pertanian yang dikelola, yaitu Wisata Edukasi Atsiri Bukit Kalongan. Di lokasi ini, tim narasumber dari Shafaluna Atsiri membagikan materi seputar teknik budidaya, proses perjalanan usaha, hingga tantangan dan solusi yang dihadapi sejak awal merintis usaha minyak atsiri.
Setelah sesi pemaparan materi, para peserta diajak langsung menuju lokasi penyulingan yang berada dalam satu dusun dengan area wisata edukasi. Di pusat penyulingan ini, peserta dapat melihat langsung, terlibat dalam proses, dan berdiskusi mengenai teknik produksi minyak atsiri menggunakan alat destilasi tradisional milik Shafaluna Atsiri.
Tidak hanya melihat proses hulu, kunjungan ini juga mengenalkan proses hilir berupa pembuatan produk turunan dari minyak atsiri. Salah satu praktik yang ditunjukkan kepada peserta adalah proses pembuatan sabun sereh wangi. Melalui kegiatan sinergi ini, manajemen Shafaluna Atsiri berharap wawasan dan pengalaman yang dibagikan dapat menjadi pemantik motivasi serta membuka peluang usaha baru yang berdampak positif bagi kesejahteraan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Playen.

