Shafaluna Atsiri merupakan entitas usaha berbasis pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengelolaan tanaman atsiri dan produksi minyak esensial alami. Beroperasi di kawasan lahan karst yang menantang di wilayah Bantul dan sekitarnya, Shafaluna tidak hanya mengembangkan komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kayu putih dan serai wangi, tetapi juga mengusung pendekatan berkelanjutan yang menyelaraskan aspek ekologis dan sosial.
Dalam perjalanannya, Shafaluna Atsiri menempatkan masyarakat sebagai mitra utama. Melalui pendekatan partisipatif, perusahaan ini mendorong penguatan kapasitas petani lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis potensi alam setempat. Komitmen tersebut menjadikan Shafaluna tidak sekadar pelaku usaha, tetapi juga bagian dari gerakan rehabilitasi lingkungan dan pembangunan berbasis komunitas.
Peresmian program bertajuk “Critical Land Rehabilitation Project for Water and Soil Conservation and Livelihood” menandai dimulainya kolaborasi strategis lintas sektor dalam upaya rehabilitasi lahan kritis di kawasan Kebosungu, Dlingo, Bantul. Program ini dirancang untuk berlangsung dalam periode jangka panjang, yakni 2025 hingga 2030, dengan fokus pada pemulihan ekosistem sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program ini, sebanyak 12.000 pohon tanaman penghasil minyak atsiri jenis Melaleuca cajuputi subsp. cajuputi ditanam sebagai bagian dari strategi konservasi tanah dan air. Tanaman ini dipilih tidak hanya karena ketahanannya terhadap kondisi lahan kering dan kritis, tetapi juga karena nilai ekonominya yang tinggi dalam industri minyak esensial. Dengan demikian, program ini mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi dalam satu kerangka keberlanjutan.
Selain kegiatan penanaman, dukungan infrastruktur juga menjadi bagian penting dari program ini. Pembangunan sumur bor di lokasi lahan karst memberikan solusi nyata terhadap keterbatasan air, khususnya pada musim kemarau. Keberadaan sumber air ini tidak hanya menunjang keberlangsungan tanaman, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Program ini merupakan hasil sinergi antara Shafaluna Atsiri sebagai penerima manfaat, bersama Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) serta Japan International Forestry Promotion and Cooperation Center (JIFPRO) sebagai pengelola kegiatan. Kolaborasi ini didukung penuh melalui skema donasi dari Toyota Boshoku Corporation Group, Jepang, yang menunjukkan komitmen sektor industri global terhadap upaya pelestarian lingkungan di tingkat lokal.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari lembaga konservasi, pelaku usaha, hingga masyarakat setempat. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan, baik dalam konteks pemulihan lahan kritis maupun peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.


