Pada tanggal 8 Juni 2024, Shafaluna Atsiri Bantul menerima kunjungan istimewa dari Universitas Islam Indonesia (UII). Pagi itu, suasana di Shafaluna Induk di Kebosungu I, Dlingo, Bantul, dipenuhi semangat dan antusiasme dosen serta mahasiswa yang ingin menyelami dunia tanaman atsiri dan proses destilasi lebih dalam. Sebagai tuan rumah yang baik, kami menyambut para tamu langsung di lokasi destilasi, tempat di mana keajaiban minyak atsiri kami tercipta.
Sunaryanta, anggota Shafaluna Atsiri Induk, memulai acara dengan penjelasan penuh semangat tentang destilasi dan proses pertanian tanaman atsiri. “Dalam setiap tetes minyak atsiri, terdapat dedikasi dan kerja keras dari banyak tangan,” katanya sambil tersenyum. Pemaparan ini memberikan wawasan mendalam tentang perjalanan panjang dari tanaman atsiri hingga menjadi produk berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi banyak orang.
Tidak hanya Sunaryanta, Bapak Setiyono dari Shafaluna Unit IV dan Bapak Toyiban dari Shafaluna Unit I juga turut berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka. Mereka menjelaskan secara detail berbagai tahapan dalam proses pertanian tanaman atsiri, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen. Bapak Setiyono menambahkan, “Proses ini memerlukan kesabaran dan ketekunan. Namun, hasilnya sungguh memuaskan ketika kita melihat minyak atsiri yang berkualitas tinggi.”
Setelah pemaparan materi yang penuh inspirasi, sesi tanya jawab berlangsung dengan interaktif. Para dosen dan mahasiswa UII sangat antusias mengajukan pertanyaan, menunjukkan betapa besar minat mereka terhadap dunia atsiri dan pertanian berkelanjutan. Diskusi yang hidup ini menciptakan suasana yang hangat dan penuh rasa ingin tahu.
Tidak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi pembibitan tanaman atsiri dan holtikultura yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi destilasi. Di sini, peserta kunjungan mendapatkan penjelasan lengkap dari Mbah Yatimin, seorang ahli pembibitan tanaman atsiri yang telah berpengalaman sejak tahun 1972. Dengan penuh semangat dan humor ringan, Mbah Yatimin menjelaskan setiap detail proses pembibitan. “Menanam atsiri itu seperti menanam harapan,” ujarnya, yang disambut tawa hangat dari para peserta.
Di lokasi pembibitan, peserta diajak melihat langsung proses pembibitan, mulai dari pemilihan bibit unggul, perawatan sehari-hari, hingga siap dipindahkan ke lahan. Penjelasan yang diberikan Mbah Yatimin sangat komprehensif dan mudah dipahami, sehingga para peserta dapat memahami pentingnya setiap tahapan dalam pembibitan. “Proses pembibitan ini memerlukan ketelitian dan kesabaran, namun hasilnya sangat memuaskan ketika kita melihat tanaman tumbuh subur dan siap menghasilkan minyak atsiri berkualitas tinggi,” tambahnya.
Kunjungan ini bukanlah yang pertama kali, melainkan bagian dari langkah lanjutan kerjasama yang telah terjalin antara Shafaluna Atsiri Bantul dan Universitas Islam Indonesia. Ke depannya, UII berencana mengirimkan mahasiswanya untuk magang di Shafaluna Atsiri selama kurang lebih lima bulan. Program magang ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam bidang pertanian atsiri dan holtikultura. “Kolaborasi dengan Shafaluna Atsiri memberikan peluang bagi mahasiswa kami untuk belajar langsung dari praktisi berpengalaman, memperluas wawasan mereka, dan menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah dalam praktik nyata,” ungkap salah satu dosen UII.
Shafaluna Atsiri terus berkomitmen untuk mendukung pendidikan dan pertanian berkelanjutan. Kami percaya bahwa berbagi pengetahuan dan pengalaman adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Ingin belajar lebih dalam tentang dunia atsiri? Atau tertarik untuk bergabung dalam program magang kami? Kunjungi website kami dan ikuti sosial media kami untuk mendapatkan informasi terbaru tentang kegiatan dan program-program kami.
“Di Shafaluna Atsiri, kami tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam harapan dan masa depan,” kata Sunaryanta dengan penuh keyakinan. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan kami. Ikuti langkah-langkah kami dalam memajukan pertanian atsiri yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.


