Di Shafaluna Atsiri, aktivitas beberapa waktu terakhir terasa lebih dinamis dari biasanya. Cuaca yang cerah bertepatan dengan datangnya sejumlah tamu dari berbagai negara yang ingin melihat langsung praktik pengelolaan tanaman atsiri di lapangan.
Kunjungan dari Fairventures Social Forestry (FSF) menjadi salah satu momen penting. Diskusi yang berlangsung membahas pengelolaan lahan, terutama pada kondisi lahan kritis, serta peluang pengembangannya tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem. Banyak insight yang relevan, khususnya terkait pendekatan konservasi hutan yang tetap membuka ruang bagi kegiatan ekonomi masyarakat.

Di waktu yang berbeda, rekan-rekan dari Hungaria dan Irlandia juga hadir untuk mempelajari proses pengolahan minyak atsiri di Shafaluna. Ketertarikan mereka cukup besar pada metode penyulingan tradisional yang selama ini digunakan. Dari sini, terjadi pertukaran pandangan—bagaimana praktik lokal bisa dipertahankan, sekaligus ditingkatkan kualitasnya agar sesuai dengan kebutuhan pasar yang lebih luas.
Kunjungan dari Inggris menambah perspektif baru, terutama dalam hal pengembangan produk dan strategi pemasaran yang berkelanjutan. Diskusi mengarah pada bagaimana produk atsiri tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki nilai tambah dari sisi keberlanjutan dan cerita di balik prosesnya.Sementara itu, lebih dari 30 mahasiswa dari University Petronas Malaysia datang dengan semangat belajar yang tinggi. Mereka terlibat aktif dalam diskusi mengenai potensi atsiri, sekaligus melihat langsung praktik di lapangan. Interaksi ini menjadi ruang bertukar ide yang cukup segar, terutama dari sudut pandang generasi muda.
Rangkaian kunjungan ini memberikan banyak perspektif baru bagi Shafaluna Atsiri—baik dari sisi teknis budidaya, pengolahan, hingga pengembangan produk. Ke depan, kolaborasi seperti ini diharapkan bisa terus berlanjut, sebagai bagian dari upaya membangun praktik pertanian atsiri yang lebih berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan global.

